Rabu, 17 Oktober 2012

Komik Jadulan

Tugas komik yang dikembalikan oleh Bapak Dosen paling top di kampusku. Terimakasih Pak...

Kemenangan Yang Tertunda



Dua(2) karya desain logo yang masuk 20 besar The 6th TAFISA, tapi ga ada kabar, kebetulan iseng-iseng liat kaskus ketemu 2 karya. Lumayan buat pengalaman aja dan terus belajar.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/showthread.php?p=656869019



Jumat, 13 Juli 2012

kreatif = kaya


Kita terkadang mengisi waktu yang suntuk dengan berandai-andai, apakah anda juga melakukan itu?
Tidak ada yang melarang kita untuk bermimpi, berandai, dan sebagainya. Semua itu terjadi begitu saja tanpa kita sadari. Berandai yang besar dan special atau malah memimpikan suatu hal yang mungkin tidak masuk akal.

Masalahnya….apakah yang kita andaikan selama ini sudah kita yakini…dan benar-benar kita yakini?

Kadang-kadang apa yang telah kita lakukan menjadi sebuah pertanyaan, apakah benar apa yang telah saya dapatkan merupakan apa yang telah kita minta? Kita mengharapkan suatu hal kebaikan pada kebaikan yang ada di dunia. Mengapa dunia semakin kacau saja.
Ketika suatu hal yang salah yang pernah kita lakukan adalah awal dari keterpurukan, maka keterpurukan akan menghantui hidup ini. Demikian sebaliknya, dengan melakukan kebaikan pada alam (siapapun dan apapun itu) maka alam akan memberikan kebaikan yang kita minta. Ingat! KEBAIKAN.

Pernahkah anda bermimpi menjadi “KAYA”
Itu tidak hanya berarti berlimpah harta benda, namun juga kelimpahan perasaan bahagia dan kondisi yang sehat.

Trus apa yang anda pikirkan ketika anda menjadi kaya mendadak?
Udah tentu menginginkan kemewahan, hura-hura, dll. Hal yang demikian membuat sebagian orang kaya merasa kekurangan dan terus kekurangan. Bagaimana dengan anda?
Saya pernah mengikuti seminar kreatif dan lumayan sering membaca bacaan yang kreatif (bukan kereaktif)…
Dari sana saya menemukan banyak hal yang membuat kita kagum, tapi setelah itu mengulang lagi keseharian dngan rutinitas kita.

Bagaimana dengan IDE…..JIKA = MAKA
Jadi gini…jika kita menjadi kaya, maka kita akan mengajak orang lain untuk ikut kaya….jika kita menjadi kaya, maka kita akan memberikan 35-50% bagian kita pada orang yang membutuhkan….jika kita menjadi kaya, maka kita akan mengembalikan 35-50% kepada alam yang telah memberikan kelimpahan.

Apakah itu realistis atau hanya otaknya yang idiot?


Rabu, 11 April 2012

Pinasthika Award 2011

Ketika mendengar kata “Pinasthika Award 2011” saya teringat teman-teman finalis yang smart, lucu, kreatif, cakep, cantik, pokoknya top untuk mereka. Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis artikel ini, tetapi baru malam ini sempat. Mat (Matahari), Angga, CD (Sidi), Zendy, Reiza, Moe, Ruru, Viky, Alvian, Putu Pageh (penulis), mereka itu sebenarnya bukan sekedar pesaing bagi saya, tetapi lebih dari itu, yaitu : sahabat yang sampai sekarang masih terkoneksi oleh social media.

     Foto oleh: Panitia / Finalis Pinasthika 2011


6 hari terkurung bagai tawanan
Ini adalah cerita tentang kami yang terkurung didalam sebuah penginapan, walau dengan fasilitas standar berbintang tetapi tetap aja harus mikir, mengubek-ubek Ide. Keluar dari kebiasaan yang santai (semua serba cepat), disini kami dilatih untuk disiplin dan cepat tanggap dengan berbagai permasalahan yang diberikan (brief). Bersama-sama menghadiri seminar, trus sorenya menikmati hidangan kelas atas, setelah itu kembali dibebani beban pikiran, otak serasa di putar 180 derajat.

Foto oleh: Teman Finalis / Finalis Pinasthika (kanan : Putu Pageh & kiri : Alvian Wibisono )


Pura-pura Belanja
Mengapa harus pura-pura belanja? Ini mungkin bisa disebut strategi dalam melakukan survey di lapangan mengenai permasalahan yang harus kita pecahkan agar menemukan jalan keluar. Tanya macam-macam tentang produk, keluhan konsumen, keinginan konsumen, keunggulan dan kelemahan produk, dll. Walau kegiatan itu membosankan, capek, tapi penuh tantangan. Gak kebayang rasanya kalo melakukan hal tersebut tanpa alasan.

Magical Ideas! Begitulah tema yang diangkat dalam ajang Pinasthika tahun 2011 ini. Untuk kategori AdStudent mengangkat tema khusus, yaitu penanggulangan “ Pemanasan Global”. Pada tema kali ini insan kreatif di ajak untuk mengolah ide kreatif masing-masing kelompok (yang terdiri dari Copywriter & Art Director) untuk membuat print Ad yang dapat menyampaikan pesan dengan mengajak public untuk bertindak bersama-sama menanggulangi pemanasan global.


Foto Karya Finalis Pinasthika Award 2011 ( Putu Pageh & Alvian Wibisono : DKV ISI Yogyakarta)



Foto Karya Finalis Pinasthika Award 2011 ( Moe & Reiza : Komunikasi London School Jakarta )


Malam Yang Sunyi
Apa yang terjadi ketika malam itu? Setiap kamar tak terdengar keributan seperti biasanya. Semua terlihat serius, tapi sesungguhnya ada satu teman yang gelisah. Dia mulai dengan membuat ulah dan saya hampir memecahkan benda antic milik hotel. Tiba-tiba di depan pintu nongol aja tu benda, tanpa konfirmasi terlebih dahulu.

Foto Karya Finalis Pinasthika Award 2011 ( Ruru & Viky : DKV ADVI Yogyakarta  )

Siap Gak Siap Harus Maju
Tibalah saatnya bagi kita untuk memperlihatkan hasil dari kami selama 5 hari muter-muter otak untuk mencari ide terbaik.  Mempresentasikan Ide didepan para juri, gak kebayang ngelakuin hal yang gak pernah sama sekali kami lakukan. Ada yang muter-muter di belakang panggung, ada yang sok pura-pura gak grogi, ada yang bolak-balik kamar kecil, pokok men asyik. Kalo anda penasaran dengan kisah kami, boleh di coba di Pinastika Award 2012. Selamat berkreasi!




5 hari melakukan penggojlokan ide dari masing-masing kelompok tentang “ Promosi mengubah pencitraan Laptop ACER “, maka didapatkan pemenang dari hasil kreatif dan presentasi yang terbaik.


Foto Karya Pemenang Pinasthika Award 2011 ( Matahari & Angga : Komunikasi UGM Yogyakarta  ) 










Minggu, 08 April 2012

Desainer + (masalah, impian, dan perubahan) = Solusi

Apakah Anda Desainer atau calon Desainer?
Minggu, 9 April 2012. Dimalam yang dingin dan sunyi, saya kembali mengisengkan diri membuka buku yang sampulnya berwarna merah. Terdapat tiga kata sebagai judul, dengan coretan sigsag berwarna hitam. Penulisnya adalah seorang desainer, perancang strategi dan seorang pembicara ahli untuk melakukan sebuah misi, David B. Berman.

Ada beberapa pandangan yang sangat menarik dari David B. Berman dan tentunya sangat berguna bagi calon desainer, desainer dan bagi disiplin ilmu yang lain yang berhubungan dengan peran desain (Orang yang membeli desain dan orang-orang yang mengkonsumsi desain).  Pandangan beliau  tentang desainer itu seperti apa dan bagaimana peran desainer  didalam suatu perubahan ?

Desainer grafis (ada juga yang menyebutnya dengan desainer komunikasi) menciptakan jembatan antara informasi dan pemahaman. Desainer industry menambahkan aspek tepat guna dan daya tarik pada sebuah obyek. Desainer interior menciptakan ruang dimana kita tinggal.

ilustrasi : pageh putu


Desainer mempunyai tanggung jawab sosial yang penting karena didunia ini desain adalah inti dari tantangan sekaligus solusi. Desainer menciptakan banyak hal di dunia yang kita tinggali ini, mulai dari hal yang kita konsumsi, sampai menciptakan harapan-harapan apa yang ingin kita penuhi.  Desainer membentuk apa yang kita lihat, kita gunakan, kita rasakan. Desainer mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk mempengaruhi bagaimana dunia ini berjalan, dan bagaimana kita merancang masa depan. Seberapa besar kekuatan itu?

Saya sendiri begitu tercengang dengan tutur yang beliau sampaikan pada buku tersebut. Memutar otak untuk memikirkan , merenung dengan apa yang saya pelajari selama ini belum sampai pada titik tersebut. Saya hanya mengenal desain sebatas perancangan, merancang suatu hal yang baru dari yang terbaru. Tetapi didalam buku tersebut menjelaskan lebih dari hanya sekedar merancang suatu hal yang baru atau bersifat kebaruan. Didalam buku yang berjudul “ do good design”(terdapat coretan sigsag pada kata design) akan menjawab dari pertanyaan diatas.

     ilustrasi : pageh putu


Desainer memiliki kekuatan lebih besar dari yang dibayangkan: kreativitas mereka mendorong terciptanya alat tipuan paling efisien (dan paling bersifat merusak) dalam sejarah manusia.
Mungkin ancaman terbesar bagi umat manusia adalah konsumsi yang berlebih daripada yang diperlukan. Kita terperangkap dalam kegembiraan yang tak tertahankan. Pemicunya adalah kebohongan visual yang berkembang pesat. Hal itu dimungkinkan oleh kecanggihan segala sesuatu, efek psikologis manusia, kecepatan gerak, dan kemudahan jangkauan semua benda. Semuanya didesain untuk meyakinkan kita bahwa kita “membutuhkan”  lebih banyak barang daripada yang kita perlukan.  Kebudayaan manusia yang sedang menuju kebudayaan global, tidak boleh membuat satupun kesalahan global yang besar.

Disisi lain, desain yang memicu konsumsi berlebihan itu juga sebetulnya desain yang mempunyai kekuatan untuk memperbaiki dunia.

Desainer dapat menjadi contoh bagi para professional lain. Caranya dengan mengetahui pengaruh yang dapat dia lakukan. Lalu melakukan tanggung jawab yang menyertai kekuatan yang ia punyai untuk memperbaiki dunia.

Maka,  jangan hanya membuat desain yang baik, tapi berbuatlah kebaikan.

sumber :